Kamis, 10 Maret 2011

Akhirnya Saya Mengaji Lagi

Aih, malu juga sebenarnya sejak menulis judul tulisan ini. Tapi tak apa lah, demi kebaikan diri sendiri, dan mudah-mudahan juga bisa menjadi kebaikan bagi orang lain.

Sudah seminggu terakhir ini, saya menjadi rajin mengaji. Mengaji apa? Al Quran tentunya.
Memangnya dulu saya tidak rajin? Hmm.. Harus dilihat lagi dulu yang dimaksud itu seberapa lama.
Mengenyam pendidikan di TK dan SD berdasarkan pendidikan Islam, membuat saya mendapat beberapa nilai plus dibanding teman saya yang bersekolah di sekolah negeri, khususnya dalam ilmu agama. Sekolah sangat menekankan pentingnya sholat wajib 5 waktu, mengaji, serta pengamalan doa sehari-hari. Dengan maksud menjaga dan menanamkan nilai-nilai itu, dibuatlah buku "Amalan Ibadah" oleh SD saya. Buku ini berisi catatan sholat kami (siswa) setiap harinya, mulai sholat wajib hingga sholat sunnah (Dhuha). Dan juga ada catatan berapa ayat kami mengaji setiap hari. Juga ada paraf orang tua sebagai tanda kami benar-benar melaksanakan amalan tersebut. Karena waktu itu saya masih menjadi murid yang baik, jarang sekali ada kolom amalan yang bolong tidak terisi, bahkan untuk sholat sunnah. Buku itu dikumpulkan setiap pagi, dan akan dikembalikan sebelum pulang sekolah setelah diperiksa oleh guru agama.
Pernah ada satu hari di mana saya memalsukan paraf orang tua karena saya tidak sholat dan mengaji. Beberapa hari setelahnya saya mengakui hal tersebut kepada guru agama dan saya pun dimarahi. Pengalaman dimarahi yang membekas hingga beberapa waktu lamanya. Bukan karena sakit hatinya, melainkan karena rasa bersalah telah berbohongnya.

Entah sejak kapan saya mulai jarang mengaji Al Quran. Apa yang saya bangun sejak TK terasa sudah runtuh kini, terutama kemampuan saya membaca Al Quran. Begitu saya sadari, kemampuan membaca Al Quran saya sekarang telah tertinggal jauh dari saat kelas 5 SD dulu. Ya, kelas 5 SD.
Begitu saya coba ingat lagi, selama kuliah ini baru satu kali saya khatam membaca Al Quran, itupun pada Ramadhan tahun lalu. Bila dibandingkan dengan saat SD, dalam setahun minimal 2 hingga 3 kali saya bisa khatam. Astaghfirulloh, sudah sejauh ini rupanya saya terpeleset.
Namun yang saya yakini, tidak ada kata terlambat untuk menjadi lebih baik. Seminggu ini saya mengaji secara teratur. Biasanya setelah sholat maghrib sembari menunggu isya, tengah malam, ataupun beberapa waktu dalam sehari. Alhamdulillah.
Target paling utama adalah mengembalikan kelancaran dalam mengaji terlebih dahulu, setelah itu baru intensitas bacaan. Biasanya dalam sehari saya membaca 4 s.d. 10 halaman Al Quran. Bila lancar (dan harus lancar) maka insyaalloh saya bisa khatam dalam waktu 2 hingga 4 bulan. Jauh lebih lumayan daripada khatam sekali dalam tiga tahun. Hahaha..

Apa sih keutamaan membaca Al Quran, berikut sedikit yang saya tahu:
Al Quran adalah pemisah antara yang haq dan yang batil. Tidaklah seorang yang sombong meninggalkannya kecuali Allah swt mematahkannya.
Barangsiapa mencari petunjuk selain Al Quran, maka Alloh swt menyesatkannya. Al Quran adalah tali Alloh yang teguh dan dzikir yang bijaksana serta jalan yang lurus. 
Dengan tuntunan Al Quran, kita tidak akan menyimpang, lidah orang-orang yang lemah tidak menjadi tumpul dan para ulama tidak merasa kenyang untuk menimba ilmu-ilmu langit darinya. 
Al Quran tidak menjadi usang meskipun diulang-ulang, keajaibannya tidak pernah habis. Begitu hebatnya Al Quran sampai-sampai bangsa jin ketika mendengarnya mengatakan, “Sesungguhnya kami telah mendengar Al Quran yang menakjubkan, yang memberi petunjuk ke jalan yang benar, kemudian kami beriman kepadanya.” 
Barangsiapa yang berkata berdasarkan Al Quran, maka dia berkata benar. Barangsiapa mengamalkannya, maka dia pasti akan mendapatkan pahala yang berlipat dan tidak disangka-sangka. 

Membaca Al Quran itu menyenangkan, jauh lebih betah dan tidak membuat mengantuk dibanding membaca buku kuliah. (Mungkin karena kita sambil berusaha mengecek makhroj dan tajwidnya sudah benar atau belum.) Kalau sudah tidak mengantuk kan bisa dilanjutkan baca materi kuliah, kalau ngantuk baca Al Quran lagi. Hehe..

Bismillah.. Mudah-mudahan Alloh meridhoi niat saya. :)

2 komentar:

  1. Alhamdulillah bil... nha kalo ini namanya bner2 briliandaru, bukan brekele lagi hehe :DD
    :shakehand2

    BalasHapus
  2. hahaha.. sebenernya apa to maksud brekelemu itu? :D

    BalasHapus