Rabu, 23 Maret 2011

Cerita Wayang I - Sekilas Pewayangan Indonesia

Saya adalah seorang penikmat dan pengagum kisah-kisah wayang, khususnya Wayang Jawa. Menurut saya kisah pewayangan adalah representasi yang sangat nyata tentang bagaimana manusia hidup dengan segala kebaikan, budi pekerti, juga kejahatan dan intrik-intriknya. Cerita pewayangan jelas jauh lebih bermutu dan berbobot daripada cerita sinetron di televisi yang tidak jelas pesan moral dan hanya profit motif.

Berawal dari masa kecil saya di mana ayah saya sering menceritakan cerita-cerita kepahlawanan para wayang sebagai pengantar tidur atau sekedar pengisi waktu senggang. Selain itu saat saya masih sekolah dulu, di rumah ada beberapa majalah pewayangan yang cukup eksklusif, yang membuat saya betah berlama-lama membacanya. Tumpukan-tumpukan kisah di kepala saya itulah yang membuat saya semakin tertarik tentang wayang.

Ada tiga cerita besar pewayangan yang saya suka dan mungkin juga umum diketahui orang-orang. Pertama adalah Mahabarata yang menceritakan perselisihan antara Pandawa dan Kurawa, dan memiliki klimaks pada Perang Baratayuda. Kedua adalah Ramayana yang menceritakan cinta segitiga antara Rama, Shinta, dan Rahwana. Lalu yang ketiga adalah cerita Punakawan yang terdiri dari Semar, Gareng, Petruk, Togog, dan Bagong. Punakawan biasanya berisi humor-humor, tetapi tetap mempunyai pesan moral yang dalam.
Ketiga cerita tersebut akan berusaha saya tulis dalam blog ini nanti.

Berikut ini adalah sejarah singkat wayang:

Wayang dikenal oleh bangsa Indonesia sudah sejak 1500 th. sebelum Masehi, karena nenek moyang kita percaya bahwa setiap benda hidup mempunyai roh/jiwa, ada yang baik dan ada yang jahat. Agar tidak diganggu oleh roh jahat, maka roh-roh tersebut dilukis dalam bentuk gambaran (gambar ilusi) atau bayangan (wewayangan/wayang ), disembah dan diberi sesajen yang kemudian dikenal kemudian dengan kepercayaan Animisme.
Kepercayaan nenek moyang kita demikian berlangsung lama, tetapi dengan kedatangan Agama Hindu kepercayaan baru yang datang dari India termasuk juga adat dan budayanya, maka gambaran ( gambar ilusi ) Roh, berubah fungsinya. Dahulunya untuk disembah kemudian berubah menjadi alat peraga untuk menyampaikan ajaran-ajaran agama. Hal demikian kelak ditiru oleh Sunan Kalijaga ( R.M. Said ) salah satu Wali Songo untuk menyebarkan dan mengembang kan ajaran Islam di Indonesia, meskipun disana-sini disisipkan ajaran-ajaran filsafat dan agama Islam, seperti “Jimat Kalimusodo” yang dimaksud adalah dua kalimat syahadat. Demikian pula variasi-variasi ceritanya selain cerita Mahabarata dan Ramayana, masih banyak cerita-cerita yang diadopsi dari cerita-cerita Panji, cerita Menak yang berkembang pada masa Kesultanan Ngayogjakarta Hadiningrat.
Perkembangan bentuk wayang juga menga lami perkembangan ragamnya, yakni mulai dari rumput, kulit kayu, kulit binatang ( wayang kulit ), wayang lukisan kain ( wayang beber ) dlsb.
Wayang bukan hanya sekedar tontonan tetapi juga tuntunan dalam kehidupan untuk mencapai kebahagiaan baik di dunia maupun di akherat dalam tingkat kesempurnaan abadi, sehingga tokoh-tokoh di pewayangan di identikkan dengan sifat-sifat manusia dan alam didalam kehidupan sehari-harinya. Dalam cerita pewayangan banyak ditemukan falsafah-falsafah hidup dan sering dijadikan kajian ilmiah oleh peneliti-peneliti dan Mahasiswa-mahasiswa baik didalam maupun diluar negeri, belajar dan mendalami wayang di Indonesia.
Dunia mengakui wayang sebagai master piece (master perdamaian) karya budaya bangsa Indonesia yang mendapat predikat ” THE ORAL AND INTANGIBLE WORLD HERITAGE OF HU-MANITY ” oleh PBB melalui UNESCO. Jika dikaji secara cermat dan mendalam, semua cerita pewayangan mengandung makna filosufis yang sangat berarti bagi kehidupan ma nusia yaitu menunjukkan arah yang benar mengenai kebenaran yang hakiki.
Dewasa ini anak muda di Indonesia kurang familiar dan kurang menyukai kisah-kisah pewayangan. Entah karena menjamurnya hiburan dari luar negeri, kurangnya kesadaran melestarikan budaya sendiri, atau bahkan orangtua yang sudah tidak peduli sehingga anak pun sebelas duabelas. Padahal di luar negeri, khususnya Belanda, terlihat sekali pelestarian budaya ini. Cerita wayang yang digeneralisasikan dalam Sastra Jawa sangat dihargai di Belanda. Sebagai buktinya adalah di Universiteit Leiden tersimpan manuskrip-manuskrip Jawa kuno yang masih terawat rapi. Di samping itu, berbagai naskah sastra Jawa kontemporer pun dapat ditemukan di sana. Tentunya tak sekadar disimpan, tapi berbagai naskah itu juga dipelajari, didiskusikan, dan diapresiasi oleh para mahasiswanya yang jumlahnya mencapai ribuan.


Dr. Theo Pigeaud
Di universitas itu juga kemudian muncul para munsyi pada bidang bahasa dan sastra Jawa yang kepiawaiannya telah diakui, bahkan oleh Indonesia sendiri. Sebagai contoh adalah Dr. Theodoor Gautier Thomas Pigeaud. Tak banyak orang yang mengenalnya. Dia adalah seorang ahli sastra Jawa dari Belanda. Melalui jerih payahnya, kemudian lahirlah Kamus Bahasa Jawa-Belanda yang dijadikan dasar oleh W.J.S. Poerwadarminta sebagai Baoesastra Djawa. Lelaki keturunan Perancis itu juga pernah melakukan studi mengenai kitab Nagarakretagama. Beliau meninggal dunia pada tahun 1988.


Sekarang saja mahasiswa sastra Jawa Indonesia sudah pergi ke Belanda hanya untuk studi banding dan belajar sastra Jawa. Tidak miriskah kalian mengetahui kondisi ini? Saya miris.
Mari bersama-sama belajar mencintai dan melestarikan budaya kita sendiri. Sehingga tidak ada lagi cerita di masa mendatang, kita marah karena budaya kita direbut bangsa lain akibat kebodohan kita sendiri. ^^

referensi : wikipedia, kompas
gambar :  gambar 1, gambar 2, gambar 3

Senin, 21 Maret 2011

SuperMoon 18 tahun sekali, benarkah?

Berawal dari diskusi di mabes (markas besar) KMJB (Keluarga Mahasiswa Jember di Bandung), terjadi suatu percakapan dan sedikit perdebatan antara saya, Yaqin, dan Wulan tentang SuperMoon (lunar perigee). Dari sana saya memutuskan untuk mencari info lebih tentang SuperMoon ini. Berikut ini definisi yang saya dapat dari wikipedia:
The name SuperMoon was coined by astrologer Richard Nolle in 1979, defined as:
 ...a new or full moon which occurs with the Moon at or near (within 90% of) its closest approach to Earth in a given orbit (perigee). In short, Earth, Moon and Sun are all in a line, with Moon in its nearest approach to Earth.[4] 
 (The phrasing "within 90% of its closest approach" is unclear, but an example on Nolle's website shows that he means that the Earth–Moon distance is in the lowest tenth of its range.)
 The term supermoon is not widely accepted or used within the astronomy or scientific community, who prefer the term perigee-syzygy.[5] Perigee is the point at which the Moon is closest in its orbit to the Earth, and syzygy is a full or new moon, when the Earth, the Moon and the Sun are aligned. Hence, supermoon can be regarded as a combination of the two, although they do not perfectly coincide each time.[4]

The size and brightness of an object follows an inverse-square law, which means that a full moon at perigee is 12% larger and brighter than an average full moon. However, because the offset of the moon's orbit versus its phases is only two days, this change in appearance is gradual from month to month and therefore is not usually noticeable to a casual observer.
Dari penjelasan di atas saya mendapati bahwa lunar perigee adalah keadaan di mana jarak bulan terhadap bumi mencapai titik terdekatnya. Titik terdekat ini tidak mutlak didefinisikan sebagai suatu jarak tertentu karena fenomena alam khususnya pada benda-benda langit hingga saat ini masih tidak bisa diprediksi 100% akurat. Akan tetapi titik terdekat itu didefinisikan dalam suatu rentang jarak (yang tidak dijelaskan lebih detail berapa hingga berapa). Gambar di bawah ini merupakan perbandingan bulan pada perigee dan apogee dengan mengambil sampel jarak tertentu (masih dalam interval jarak).
Kemudian, ada yang perlu sedikit diluruskan tentang fenomena SuperMoon 18 tahun sekali. Dari wikipedia juga saya dapatkan bahwa lunar perigee terjadi kira-kira empat hingga enam kali dalam setahun. Cuma, ada beberapa lunar perigee yang memang sangat besar (penampakannya) dibandingkan yang lain. Berikut ini adalah daftar tahun yang lampau dan prediksi tahun-tahun ke depan di mana SuperMoon yang 'besar' akan terjadi:
  • November 10, 1954
  • November 20, 1972
  • January 8, 1974
  • February 26, 1975
  • December 2, 1990
  • January 19, 1992
  • March 8, 1993
  • January 10, 2005
  • December 12, 2008
  • January 30, 2010
  • March 19, 2011
  • November 14, 2016
  • January 2, 2018
  • January 21, 2023
  • November 25, 2034
  • January 13, 2036
Jadi menurut saya, bukan keseluruhan SuperMoon yang terjadi 18 tahun sekali, melainkan SuperMoon yang baru saja kita alami 19/20 Maret kemarin merupakan yang terbesar sejak 18 tahun terakhir (pada 8 Maret 1993). Memang informasi dari media tidak bisa ditelan mentah-mentah. Heheh..

Sekian dari saya, mohon koreksi bila ada kekeliruan.
Semoga kita masih diberi umur panjang supaya bisa menyaksikan SuperMoon 'besar' selanjutnya di 2016. ^_^ 

Sabtu, 12 Maret 2011

Ujian Nasional Sebentar Lagi!

Waah ngga kerasa sebentar lagi sudah mau Ujian Nasional (UN)!
Hmm.. Sebenernya bukan ngga kerasa juga sih, pasti berasa sekali buat anak SMA. Saya kan udah kuliah, ngapain juga mikirin jadwal UN SMA. Haha..
Kalau tidak salah ujian nasional untuk SMA/K tahun ini berlangsung tanggal 18 s.d. 21 April 2011 besok.

UN saya telah berakhir 3 tahun yang lalu. Alhamdulillah tanpa harus merasakan nikmatnya mengikuti paket-paket ujian susulan apalah yang saya juga ngga paham itu. Berakhir dengan menyisakan kenangan manis bagi saya pribadi.

Kenangan manis? Ada apa dengan UN saya kira-kira coba?
Apakah saya mendapat nilai UN tertinggi se-sekolah? A big NO. Haha..
Apakah saya mendapat nilai UN tertinggi se-kelurahan? Tidak juga, atau lebih tepatnya tidak tahu. Males juga mau survey ke kelurahannya.
Atau karena saya mendapat tiket umroh+mengelilingi Ka'bah 7 hari 7 malam tanpa henti? Oh okay, I know It's getting crunchy, sorry. Bukan itu jawabannya.
Lalu apa kenangannya? Baca lagi ke bawah.

Beberapa waktu sebelum ujian nasional dimulai, ada 4 orang iseng dari kelas saya yang mengadakan pertaruhan kecil-kecilan. Mereka adalah Hendra, Febry, Selia, dan saya sendiri. Tentu bukan pertaruhan macam judi yang dilarang agama, melainkan pertaruhan untuk membangkitkan semangat belajar kami. Yah, meskipun sama-sama menghabiskan uang.

Kesepakatan awal kami adalah, siapa yang hasil ujian nasionalnya paling jelek akan membelikan jajanan bagi yang nilainya paling bagus. Cuma jajanan? Jelas. Anda pikir orang tua kami kencing dolar sampai objek taruhan kami berupa perhiasan atau mobil?! Tapi yah, jajanan yang dipilih harus yang sedikit berat di kantong lah.. Namun kesepakatan itu termentahkan, karena seakan-akan yang menang akan menjadi raja, yang kalah menjadi objek penderita, dan 2 sisanya hanya penggembira. Lalu saya mengusulkan sebuah sistem yang akhirnya disepakati bersama.

Sistem yang saya ajukan adalah masing-masing anak akan membeli jajanan untuk setiap mata pelajaran (ada 6: matematika, fisika, kimi, biologi, b.ind, b.ing) sesuai dengan urutan nilai tertinggi. Yang mendapat ranking terendah dari kami berempat per-mata pelajaran akan membelikan jajanan paling mahal, yang kemudian jajanan tersebut akan diberikan pada ranking tertinggi. Rangking terendah kedua akan membeli jajanan yang lebih murah dari yang dibeli ranking terendah, dan lalu memberikan jajanan tersebut pada ranking tertinggi kedua. Begitu seterusnya hingga ranking tertinggi hanya perlu membeli jajanan paling murah untuk diberikan kepada ranking terendah. Setelahnya kami menyepakati jenis jajanan yang diberikan.

Kira-kira begini daftar pembagian jajanannya:
 
|Ranking| |Memberi pada ranking| Jenis jajanan
|1| |4| Bengbeng
|2| |3| Moo
|3| |2| Conello
|4| |1| Toblerone 

Bagi saya sebenarnya hasil apapun tidak masalah karena target saya hanya lulus UN, waktu itu saya lebih fokus persiapan SNMPTN. Tidak ada persiapan khusus apapun untuk ujian nasional ini.
Pada hari yang dinanti-nanti, hari pengumuman nilai, kami langsung membuat ranking per-mata pelajaran dari kami 4 berempat. Hasilnya sudah dapat dipastikan, busted. Haha..
Overall ranking saya berkutat di urutan 3 dan 4, serta hanya 1 nilai di peringkat 2. Dengan menghela nafas panjang saya keluarkan uang dari dompet untuk membeli jajanan yang merupakan kewajiban saya. Kalo tidak salah saat itu saya membeli 2 toblerone, 3 conello, dan 1 es krim moo. Nasib nasib..
Sebelumnya, makan toblerone biasa saja bagi saya karena saya memang penggemar coklat. Tapi entah kenapa pada hari itu saya ingin sekali makan coklat ini. Saya iri pada mereka yang mendapat coklat itu. Mungkin ini yang dinamakan "malas membawa mupeng".

Toh sama sekali tidak ada yang saya  sesali dari hasil tersebut. Justru saya bangga, tidak ada satupun dari kami yang tidak jujur saat ujian nasional kemarin. Cuma UN aja ga jujur, malu donk sama diri sendiri, katanya calon penerus bangsa. Haha..
Kejujuran pasti akan berbuah manis. Buktinya Febry sekarang di Teknik Kimia ITB, saya dan Selia di Teknik Elektro ITB, dan Hendra di Teknik Sipil Unibraw. Sedikit saya sayangkan untuk Hendra, karena kalau dia mau ikut tes masuk ITB, saya yakin dia pasti ada di dekat saya sekarang. Hehe..
Selain itu bisa dibilang ini cara kami untuk saling mengenang akhir-akhir kebersamaan kami di bangku SMA. Masa-masa paling menyenangkan, penuh kelabilan, dan yang pasti tidak akan dapat terulangi meskipun saya sangat ingin kembali.

Mudah-mudahan adek-adek kelas kami di SMA tetap bersemangat menyongsong ujian nasional serta tetap menjunjung tinggi kejujuran. Kami hanya dapat membantu dengan support dan doa.
Good luck Ujian Nasionalnya! ^_^ 

Kamis, 10 Maret 2011

Akhirnya Saya Mengaji Lagi

Aih, malu juga sebenarnya sejak menulis judul tulisan ini. Tapi tak apa lah, demi kebaikan diri sendiri, dan mudah-mudahan juga bisa menjadi kebaikan bagi orang lain.

Sudah seminggu terakhir ini, saya menjadi rajin mengaji. Mengaji apa? Al Quran tentunya.
Memangnya dulu saya tidak rajin? Hmm.. Harus dilihat lagi dulu yang dimaksud itu seberapa lama.
Mengenyam pendidikan di TK dan SD berdasarkan pendidikan Islam, membuat saya mendapat beberapa nilai plus dibanding teman saya yang bersekolah di sekolah negeri, khususnya dalam ilmu agama. Sekolah sangat menekankan pentingnya sholat wajib 5 waktu, mengaji, serta pengamalan doa sehari-hari. Dengan maksud menjaga dan menanamkan nilai-nilai itu, dibuatlah buku "Amalan Ibadah" oleh SD saya. Buku ini berisi catatan sholat kami (siswa) setiap harinya, mulai sholat wajib hingga sholat sunnah (Dhuha). Dan juga ada catatan berapa ayat kami mengaji setiap hari. Juga ada paraf orang tua sebagai tanda kami benar-benar melaksanakan amalan tersebut. Karena waktu itu saya masih menjadi murid yang baik, jarang sekali ada kolom amalan yang bolong tidak terisi, bahkan untuk sholat sunnah. Buku itu dikumpulkan setiap pagi, dan akan dikembalikan sebelum pulang sekolah setelah diperiksa oleh guru agama.
Pernah ada satu hari di mana saya memalsukan paraf orang tua karena saya tidak sholat dan mengaji. Beberapa hari setelahnya saya mengakui hal tersebut kepada guru agama dan saya pun dimarahi. Pengalaman dimarahi yang membekas hingga beberapa waktu lamanya. Bukan karena sakit hatinya, melainkan karena rasa bersalah telah berbohongnya.

Entah sejak kapan saya mulai jarang mengaji Al Quran. Apa yang saya bangun sejak TK terasa sudah runtuh kini, terutama kemampuan saya membaca Al Quran. Begitu saya sadari, kemampuan membaca Al Quran saya sekarang telah tertinggal jauh dari saat kelas 5 SD dulu. Ya, kelas 5 SD.
Begitu saya coba ingat lagi, selama kuliah ini baru satu kali saya khatam membaca Al Quran, itupun pada Ramadhan tahun lalu. Bila dibandingkan dengan saat SD, dalam setahun minimal 2 hingga 3 kali saya bisa khatam. Astaghfirulloh, sudah sejauh ini rupanya saya terpeleset.
Namun yang saya yakini, tidak ada kata terlambat untuk menjadi lebih baik. Seminggu ini saya mengaji secara teratur. Biasanya setelah sholat maghrib sembari menunggu isya, tengah malam, ataupun beberapa waktu dalam sehari. Alhamdulillah.
Target paling utama adalah mengembalikan kelancaran dalam mengaji terlebih dahulu, setelah itu baru intensitas bacaan. Biasanya dalam sehari saya membaca 4 s.d. 10 halaman Al Quran. Bila lancar (dan harus lancar) maka insyaalloh saya bisa khatam dalam waktu 2 hingga 4 bulan. Jauh lebih lumayan daripada khatam sekali dalam tiga tahun. Hahaha..

Apa sih keutamaan membaca Al Quran, berikut sedikit yang saya tahu:
Al Quran adalah pemisah antara yang haq dan yang batil. Tidaklah seorang yang sombong meninggalkannya kecuali Allah swt mematahkannya.
Barangsiapa mencari petunjuk selain Al Quran, maka Alloh swt menyesatkannya. Al Quran adalah tali Alloh yang teguh dan dzikir yang bijaksana serta jalan yang lurus. 
Dengan tuntunan Al Quran, kita tidak akan menyimpang, lidah orang-orang yang lemah tidak menjadi tumpul dan para ulama tidak merasa kenyang untuk menimba ilmu-ilmu langit darinya. 
Al Quran tidak menjadi usang meskipun diulang-ulang, keajaibannya tidak pernah habis. Begitu hebatnya Al Quran sampai-sampai bangsa jin ketika mendengarnya mengatakan, “Sesungguhnya kami telah mendengar Al Quran yang menakjubkan, yang memberi petunjuk ke jalan yang benar, kemudian kami beriman kepadanya.” 
Barangsiapa yang berkata berdasarkan Al Quran, maka dia berkata benar. Barangsiapa mengamalkannya, maka dia pasti akan mendapatkan pahala yang berlipat dan tidak disangka-sangka. 

Membaca Al Quran itu menyenangkan, jauh lebih betah dan tidak membuat mengantuk dibanding membaca buku kuliah. (Mungkin karena kita sambil berusaha mengecek makhroj dan tajwidnya sudah benar atau belum.) Kalau sudah tidak mengantuk kan bisa dilanjutkan baca materi kuliah, kalau ngantuk baca Al Quran lagi. Hehe..

Bismillah.. Mudah-mudahan Alloh meridhoi niat saya. :)

Rabu, 02 Maret 2011

Konservasi Air - Tugas Rekling

Pada hari Rabu, 23 Februari 2011 yang lalu saya menyaksikan pemutaran film dokumenter di kelas Rekayasa Lingkungan. Ada beberapa film yang diputar tetapi semuanya memiliki satu tema, yaitu tentang “Air”. Jika diambil lebih spesifik, maka subtema yang saya dapat adalah ‘Konservasi Air’, ‘Air Limbah’, ‘Drainase’. Di sini, yang akan saya angkat adalah seputar Penggunaan Air Bersih, yang juga termasuk dalam subtema Konservasi Air.
           Penggunaan air (air bersih khususnya) di dunia ini sungguh sangat berbeda-beda. Faktor utama yang mempengaruhi perbedaan tersebut tentu saja adalah ketersediaan sumber air di masing-masing lingkungan. Namibia, salah satu negara di Benua Afrika, memiliki sumber air yang sangat-sangat terbatas. Parameter paling mudah dilihat adalah wilayahnya yang bergurun pasir, dan vegetasi tanaman yang bervariasi dari tanaman gurun dan semigurun. Curah hujan rata-rata dalam setahun hanya 270 mm, dan sumber air tanah juga sedikit. Akibatnya, penduduk Namibia harus dapat menggunakan air bersih secara super efisien. Bahkan di video ditunjukkan bahwa dalam satu keluarga, 1 baskom air bersih digunakan untuk mandi satu keluarga. Jangan bayangkan mandi dengan menggunakan gayung lalu menyiramkan air ke badan. Mereka mandi menggunakan washlap yang diseka ke seluruh badan, menyabuni diri, lalu membilas juga dengan cara yang sama. Bisa dibayangkan bagaimana tingkat higienitas di sana.
           Karena sumber air begitu sulit (tidak mungkin) untuk ditambah, maka di beberapa kota-kota besar di Namibia dibangunlah pusat pengolahan air limbah menjadi air layak minum. Sumber air limbah didapat dari air pembuangan rumah tangga (misal sisa cucian, toilet, dll.) kemudian melalui saluran pembuangan dibawa hingga ke pusat pengolahan air tadi. Di sana, setelah mengalami beberapa proses fisis dan kimiawi, air hasil pengolahan limbah tadi dapat digunakan kembali dan lalu didistribusikan kembali ke rumah-rumah penduduk. Begitu seterusnya hingga menjadi sebuah siklus air.
           Lain di Namibia, lain pula di Phoenix, Arizona. Ibu kota negara bagian yang berada di barat daya Amerika Serikat ini memiliki sumber air yang sangat-sangat melimpah. Sumber air tersebut didapat dari Sungai Colorado yang melintas dan bercabang-cabang di Arizona. Sungai yang berhulu di Rocky Mountains ini seolah memberikan cadangan air yang tidak ada habisnya bagi Phoenix. Hal ini berpengaruh pada pola pemakaian air penduduk di sana. Rata-rata satu keluarga di Phoenix membuang / menghabiskan 3000 liter air setiap harinya. Air ini hasil dari pembuangan sehari-hari, misal menyiram tanaman, cucian, toilet, mencuci mobil, dll. Jika ditotal, maka lebih dari 1 juta liter air yang dibuang / digunakan oleh rata-rata keluarga di Phoenix. Yang lebih mencengangkan, bila dibandingkan dengan Namibia, penggunaan air untuk toilet di Phoenix masih lebih besar daripada penggunaan air secara keseluruhan di Nambia!
            Meskipun memiliki sumber air yang begitu melimpah ternyata dewasa ini diketahui bahwa debit air Sungai Colorado mulai berkurang. Hal ini bisa jadi disebabkan penggunaan air oleh penduduk yang mulai meningkat. Karena air Sungai Colorado dialirkan ke mana-mana, tidak heran debitnya menyusut bila penggunaan mayoritas penduduk juga meningkat. Selain itu masih ada faktor-faktor lain yang menyebabkan debit air turun. Bila dibiarkan, lama-lama air Sungai Colorado bisa semakin menyusut dan menyebabkan beberapa tempat tidak lagi teraliri air. Untuk mencegah hal tersebut, mulai dilaksanakan program konservasi air di sana. Hal yang ditonjolkan dalam konservasi ini adalah pemanfaatkan teknologi dalam efisiensi penggunaan air. Alat-alat yang berhubungan dengan distribusi air dirancang untuk mengalirkan air seefisien mungkin. Misal untuk shower, dengan teknologi sedemikian rupa, dirancang shower yang benar-benar efisien dalam mengalirkan air sehingga saat mandi air tidak terbuang percuma. Hal yang sama juga berlaku pada kran penyiram tanaman, dan masih banyak yang lain. Konservasi air ini juga digalakkan pemerintah setempat kepada para penduduk. Diharapkan debit air dapat terjaga dan dapat tersalurkan ke tempat-tempat yang membutuhkan air.
         Dari kedua tempat di atas saya dapat mengambil kesimpulan bahwa di mana pun tempatnya dan bagaimana pun kondisi sumber air (apakah debit air melimpah atau tidak), konservasi air mutlak diperlukan. Tidak dapat dipungkiri bahwa air merupakan kebutuhan utama manusia. Bahkan 2/3 tubuh manusia terdiri dari cairan. Dari data juga diketahui jumlah air tawar di dunia semakin tahun semakin berkurang padahal jumlah penduduk dunia semakin bertambah. Jadi harus kita koreksi bersama apakah Air masih merupakan sumber daya  alam yang terbarukan atau tidak.