Rabu, 03 November 2010

Apa kabar calon senator HME ITB?

Tinggal dua hari lagi dari deadline pengumpulan syarat-syarat administratif calon senator. Coba tebak berapa persen progress yang telah saya capai sampai sekarang? 5 persen!
Bayangkan saja, sampai saat ini saya masih belum membuat (mengisi, red.) format persyaratan administratif yang dikirimkan oleh MPA HME ITB pada saya. Belum menyebarkan lembar dukungan kepada massa HME, padahal syarat dukungannya minimal dari 200 anggota hme. Belum mempunyai promotor bahkan! Padahal semua itu merupakan syarat agar saya dapat melangkah lebih jenjang lebih jauh dalam pencalonan senator hme ini.
Mungkin ada yang ingin bertanya, "Lho, terus 5% itu dari mana donk kalau semua serba belum?"
Yaa itu sih itung-itung saya sudah nulis di formulir dan sudah dikirim softcopy berlembar-lembar syarat administratifnya.. Hehe..

Ngasal ya? Mungkin iya, tapi saya memiliki beberapa pembenaran soal ini. Hehe..
Pertama, soal belum mengisi format persyaratan administratif. Sebenarnya saya udah mendaftar menjadi calon senator hme sejak akhir minggu lalu, tetapi sampai hari senin ternyata belum ada form pendaftaran calon senator yang masuk di inbox email saya. Ternyata baru saya ketahui bahwa supaya dianggap sah, mendaftarnya harus menulis langsung di formulir yang ada di hme. Hmm..

Kedua, soal menyebarkan lembar dukungan untuk massa hme. Awalnya saya belum berani menyebarkan lembar dukungan karena setelah saya membaca peraturan pemilu raya hme, ada pasal yang menyebutkan bahwa saya harus menyerahkan surat keterangan tidak menjabat di organisasi lain. Tepatnya ada dalam Bab 3, pasal 4, poin keempat. 
Wajib mengisi dan menyerahkan surat keterangan tidak menjabat di organisasi lain (softcopy dan hardcopy)
Masalahnya adalah, saat ini saya masih menjabat sebagai lurah (ketua) KMJB atau Keluarga Mahasiswa Jember di Bandung. Memang semestinya saat ini, atau paling tidak sebentar lagi, saya sudah lengser dari posisi ini. Sudah memasuki masa transisi kepengurusan. Akhirnya setelah berkonsultasi dengan akang ketua mpa, saya disarankan untuk melanjutkan pencalonan, serta meminta keterangan dari kmjb bahwa saya akan bebas tugas pada waktu yang sudah fix. Sedikit lega mendengar jawaban tersebut.

Dan ketiga, masalah promotor. Dalam peraturan Pemilu Raya HME ITB, memiliki promotor juga termasuk salah satu syarat administratif. Kondisi sementara saat ini, belum ada calon senator lain yang mendaftar selain saya. Saya jadi berpikir, "Kalau tidak ada calon lain, lalu apa guna promotor? Mau atur strategi untuk apa? Untuk melawan kotak kosong?". Yah, otak aneh saya memang biasanya suka berpikir yang aneh-aneh juga. Hal ini diperparah dengan jika saya sudah menemukan seseorang yang pas untuk jadi promotor, maka keadaan yang tidak mengizinkan. Macam-macam lah penyebabnya. Yah, inilah realita hidup.. *lebay

Masih ada waktu 2 hari lagi untuk memenuhi persyaratan-persyaratan administratif itu. Sekali lagi saya katakan masih, bukan tinggal. Berbeda dengan kalimat pembuka yang saya gunakan tadi. Rasanya saya kembali bersemangat dan termotivasi jika mengingat orang-orang yang telah mendorong saya untuk maju di pemilihan ini. Meskipun kadang motivasi itu sedikit menurun jika saya membayangkan harus melawan "kotak kosong" dalam pemungutan suara nanti. Tapi urusan hati itu biarlah Alloh yang mengatur. Yang saya yakini sekarang adalah, HME BUTUH SENATOR!

Mungkin cukup sekian sedikit curhat saya malam ini. Saatnya melengkapi berkas-perkas persyaratan yang harus segera beres. Target 200 dukungan insyaalloh bisa selesai. :)
Untuk HME, KM ITB, dan Indonesia yang lebih baik. 


Briliandaru M. Pribadi / 13208082
*di tengah persiapan UTS dan praktikum serta lomba

Tidak ada komentar:

Posting Komentar