Rabu, 21 Maret 2012

Five For Fighting - It's Not Easy (Ost. Superman)

I can't stand to fly, I'm not that naive
I'm just out to find the better part of me

I'm more than a bird, I'm more than a plane
More than some pretty face beside a train
And its not easy to be me

I wish that I could cry, fall upon my knees
Find a way to lie about a home i'll never see

It may sound absurd, but dont be naive
Even heroes have the right to bleed
I may be disturbed, but wont you concede
Even heroes have the right to dream
And its not easy to be me

Up, up and away, away from me
It's all right, you can all sleep sound tonight
I'm not crazy, or anything

I can't stand to fly, I'm not that naive
Men weren't meant to ride, with clouds between their knees

I'm only a man in a silly red sheet
Digging for kryptonite on this one way street
Only a man in a funny red sheet
Looking for special things inside of me
Inside of me
Inside me
Yeah, inside me
Inside of me

I'm only a man in a funny red sheet
I'm only a man looking for a dream

I'm only a man in a funny red sheet
And it's not easy


Diposisikan sebagai dewa, harus bertindak layaknya dewa, tapi tetap saja saya hanyalah manusia biasa yang punya banyak sekali kekurangan..

Rabu, 23 Maret 2011

Cerita Wayang I - Sekilas Pewayangan Indonesia

Saya adalah seorang penikmat dan pengagum kisah-kisah wayang, khususnya Wayang Jawa. Menurut saya kisah pewayangan adalah representasi yang sangat nyata tentang bagaimana manusia hidup dengan segala kebaikan, budi pekerti, juga kejahatan dan intrik-intriknya. Cerita pewayangan jelas jauh lebih bermutu dan berbobot daripada cerita sinetron di televisi yang tidak jelas pesan moral dan hanya profit motif.

Berawal dari masa kecil saya di mana ayah saya sering menceritakan cerita-cerita kepahlawanan para wayang sebagai pengantar tidur atau sekedar pengisi waktu senggang. Selain itu saat saya masih sekolah dulu, di rumah ada beberapa majalah pewayangan yang cukup eksklusif, yang membuat saya betah berlama-lama membacanya. Tumpukan-tumpukan kisah di kepala saya itulah yang membuat saya semakin tertarik tentang wayang.

Ada tiga cerita besar pewayangan yang saya suka dan mungkin juga umum diketahui orang-orang. Pertama adalah Mahabarata yang menceritakan perselisihan antara Pandawa dan Kurawa, dan memiliki klimaks pada Perang Baratayuda. Kedua adalah Ramayana yang menceritakan cinta segitiga antara Rama, Shinta, dan Rahwana. Lalu yang ketiga adalah cerita Punakawan yang terdiri dari Semar, Gareng, Petruk, Togog, dan Bagong. Punakawan biasanya berisi humor-humor, tetapi tetap mempunyai pesan moral yang dalam.
Ketiga cerita tersebut akan berusaha saya tulis dalam blog ini nanti.

Berikut ini adalah sejarah singkat wayang:

Wayang dikenal oleh bangsa Indonesia sudah sejak 1500 th. sebelum Masehi, karena nenek moyang kita percaya bahwa setiap benda hidup mempunyai roh/jiwa, ada yang baik dan ada yang jahat. Agar tidak diganggu oleh roh jahat, maka roh-roh tersebut dilukis dalam bentuk gambaran (gambar ilusi) atau bayangan (wewayangan/wayang ), disembah dan diberi sesajen yang kemudian dikenal kemudian dengan kepercayaan Animisme.
Kepercayaan nenek moyang kita demikian berlangsung lama, tetapi dengan kedatangan Agama Hindu kepercayaan baru yang datang dari India termasuk juga adat dan budayanya, maka gambaran ( gambar ilusi ) Roh, berubah fungsinya. Dahulunya untuk disembah kemudian berubah menjadi alat peraga untuk menyampaikan ajaran-ajaran agama. Hal demikian kelak ditiru oleh Sunan Kalijaga ( R.M. Said ) salah satu Wali Songo untuk menyebarkan dan mengembang kan ajaran Islam di Indonesia, meskipun disana-sini disisipkan ajaran-ajaran filsafat dan agama Islam, seperti “Jimat Kalimusodo” yang dimaksud adalah dua kalimat syahadat. Demikian pula variasi-variasi ceritanya selain cerita Mahabarata dan Ramayana, masih banyak cerita-cerita yang diadopsi dari cerita-cerita Panji, cerita Menak yang berkembang pada masa Kesultanan Ngayogjakarta Hadiningrat.
Perkembangan bentuk wayang juga menga lami perkembangan ragamnya, yakni mulai dari rumput, kulit kayu, kulit binatang ( wayang kulit ), wayang lukisan kain ( wayang beber ) dlsb.
Wayang bukan hanya sekedar tontonan tetapi juga tuntunan dalam kehidupan untuk mencapai kebahagiaan baik di dunia maupun di akherat dalam tingkat kesempurnaan abadi, sehingga tokoh-tokoh di pewayangan di identikkan dengan sifat-sifat manusia dan alam didalam kehidupan sehari-harinya. Dalam cerita pewayangan banyak ditemukan falsafah-falsafah hidup dan sering dijadikan kajian ilmiah oleh peneliti-peneliti dan Mahasiswa-mahasiswa baik didalam maupun diluar negeri, belajar dan mendalami wayang di Indonesia.
Dunia mengakui wayang sebagai master piece (master perdamaian) karya budaya bangsa Indonesia yang mendapat predikat ” THE ORAL AND INTANGIBLE WORLD HERITAGE OF HU-MANITY ” oleh PBB melalui UNESCO. Jika dikaji secara cermat dan mendalam, semua cerita pewayangan mengandung makna filosufis yang sangat berarti bagi kehidupan ma nusia yaitu menunjukkan arah yang benar mengenai kebenaran yang hakiki.
Dewasa ini anak muda di Indonesia kurang familiar dan kurang menyukai kisah-kisah pewayangan. Entah karena menjamurnya hiburan dari luar negeri, kurangnya kesadaran melestarikan budaya sendiri, atau bahkan orangtua yang sudah tidak peduli sehingga anak pun sebelas duabelas. Padahal di luar negeri, khususnya Belanda, terlihat sekali pelestarian budaya ini. Cerita wayang yang digeneralisasikan dalam Sastra Jawa sangat dihargai di Belanda. Sebagai buktinya adalah di Universiteit Leiden tersimpan manuskrip-manuskrip Jawa kuno yang masih terawat rapi. Di samping itu, berbagai naskah sastra Jawa kontemporer pun dapat ditemukan di sana. Tentunya tak sekadar disimpan, tapi berbagai naskah itu juga dipelajari, didiskusikan, dan diapresiasi oleh para mahasiswanya yang jumlahnya mencapai ribuan.


Dr. Theo Pigeaud
Di universitas itu juga kemudian muncul para munsyi pada bidang bahasa dan sastra Jawa yang kepiawaiannya telah diakui, bahkan oleh Indonesia sendiri. Sebagai contoh adalah Dr. Theodoor Gautier Thomas Pigeaud. Tak banyak orang yang mengenalnya. Dia adalah seorang ahli sastra Jawa dari Belanda. Melalui jerih payahnya, kemudian lahirlah Kamus Bahasa Jawa-Belanda yang dijadikan dasar oleh W.J.S. Poerwadarminta sebagai Baoesastra Djawa. Lelaki keturunan Perancis itu juga pernah melakukan studi mengenai kitab Nagarakretagama. Beliau meninggal dunia pada tahun 1988.


Sekarang saja mahasiswa sastra Jawa Indonesia sudah pergi ke Belanda hanya untuk studi banding dan belajar sastra Jawa. Tidak miriskah kalian mengetahui kondisi ini? Saya miris.
Mari bersama-sama belajar mencintai dan melestarikan budaya kita sendiri. Sehingga tidak ada lagi cerita di masa mendatang, kita marah karena budaya kita direbut bangsa lain akibat kebodohan kita sendiri. ^^

referensi : wikipedia, kompas
gambar :  gambar 1, gambar 2, gambar 3

Senin, 21 Maret 2011

SuperMoon 18 tahun sekali, benarkah?

Berawal dari diskusi di mabes (markas besar) KMJB (Keluarga Mahasiswa Jember di Bandung), terjadi suatu percakapan dan sedikit perdebatan antara saya, Yaqin, dan Wulan tentang SuperMoon (lunar perigee). Dari sana saya memutuskan untuk mencari info lebih tentang SuperMoon ini. Berikut ini definisi yang saya dapat dari wikipedia:
The name SuperMoon was coined by astrologer Richard Nolle in 1979, defined as:
 ...a new or full moon which occurs with the Moon at or near (within 90% of) its closest approach to Earth in a given orbit (perigee). In short, Earth, Moon and Sun are all in a line, with Moon in its nearest approach to Earth.[4] 
 (The phrasing "within 90% of its closest approach" is unclear, but an example on Nolle's website shows that he means that the Earth–Moon distance is in the lowest tenth of its range.)
 The term supermoon is not widely accepted or used within the astronomy or scientific community, who prefer the term perigee-syzygy.[5] Perigee is the point at which the Moon is closest in its orbit to the Earth, and syzygy is a full or new moon, when the Earth, the Moon and the Sun are aligned. Hence, supermoon can be regarded as a combination of the two, although they do not perfectly coincide each time.[4]

The size and brightness of an object follows an inverse-square law, which means that a full moon at perigee is 12% larger and brighter than an average full moon. However, because the offset of the moon's orbit versus its phases is only two days, this change in appearance is gradual from month to month and therefore is not usually noticeable to a casual observer.
Dari penjelasan di atas saya mendapati bahwa lunar perigee adalah keadaan di mana jarak bulan terhadap bumi mencapai titik terdekatnya. Titik terdekat ini tidak mutlak didefinisikan sebagai suatu jarak tertentu karena fenomena alam khususnya pada benda-benda langit hingga saat ini masih tidak bisa diprediksi 100% akurat. Akan tetapi titik terdekat itu didefinisikan dalam suatu rentang jarak (yang tidak dijelaskan lebih detail berapa hingga berapa). Gambar di bawah ini merupakan perbandingan bulan pada perigee dan apogee dengan mengambil sampel jarak tertentu (masih dalam interval jarak).
Kemudian, ada yang perlu sedikit diluruskan tentang fenomena SuperMoon 18 tahun sekali. Dari wikipedia juga saya dapatkan bahwa lunar perigee terjadi kira-kira empat hingga enam kali dalam setahun. Cuma, ada beberapa lunar perigee yang memang sangat besar (penampakannya) dibandingkan yang lain. Berikut ini adalah daftar tahun yang lampau dan prediksi tahun-tahun ke depan di mana SuperMoon yang 'besar' akan terjadi:
  • November 10, 1954
  • November 20, 1972
  • January 8, 1974
  • February 26, 1975
  • December 2, 1990
  • January 19, 1992
  • March 8, 1993
  • January 10, 2005
  • December 12, 2008
  • January 30, 2010
  • March 19, 2011
  • November 14, 2016
  • January 2, 2018
  • January 21, 2023
  • November 25, 2034
  • January 13, 2036
Jadi menurut saya, bukan keseluruhan SuperMoon yang terjadi 18 tahun sekali, melainkan SuperMoon yang baru saja kita alami 19/20 Maret kemarin merupakan yang terbesar sejak 18 tahun terakhir (pada 8 Maret 1993). Memang informasi dari media tidak bisa ditelan mentah-mentah. Heheh..

Sekian dari saya, mohon koreksi bila ada kekeliruan.
Semoga kita masih diberi umur panjang supaya bisa menyaksikan SuperMoon 'besar' selanjutnya di 2016. ^_^ 

Sabtu, 12 Maret 2011

Ujian Nasional Sebentar Lagi!

Waah ngga kerasa sebentar lagi sudah mau Ujian Nasional (UN)!
Hmm.. Sebenernya bukan ngga kerasa juga sih, pasti berasa sekali buat anak SMA. Saya kan udah kuliah, ngapain juga mikirin jadwal UN SMA. Haha..
Kalau tidak salah ujian nasional untuk SMA/K tahun ini berlangsung tanggal 18 s.d. 21 April 2011 besok.

UN saya telah berakhir 3 tahun yang lalu. Alhamdulillah tanpa harus merasakan nikmatnya mengikuti paket-paket ujian susulan apalah yang saya juga ngga paham itu. Berakhir dengan menyisakan kenangan manis bagi saya pribadi.

Kenangan manis? Ada apa dengan UN saya kira-kira coba?
Apakah saya mendapat nilai UN tertinggi se-sekolah? A big NO. Haha..
Apakah saya mendapat nilai UN tertinggi se-kelurahan? Tidak juga, atau lebih tepatnya tidak tahu. Males juga mau survey ke kelurahannya.
Atau karena saya mendapat tiket umroh+mengelilingi Ka'bah 7 hari 7 malam tanpa henti? Oh okay, I know It's getting crunchy, sorry. Bukan itu jawabannya.
Lalu apa kenangannya? Baca lagi ke bawah.

Beberapa waktu sebelum ujian nasional dimulai, ada 4 orang iseng dari kelas saya yang mengadakan pertaruhan kecil-kecilan. Mereka adalah Hendra, Febry, Selia, dan saya sendiri. Tentu bukan pertaruhan macam judi yang dilarang agama, melainkan pertaruhan untuk membangkitkan semangat belajar kami. Yah, meskipun sama-sama menghabiskan uang.

Kesepakatan awal kami adalah, siapa yang hasil ujian nasionalnya paling jelek akan membelikan jajanan bagi yang nilainya paling bagus. Cuma jajanan? Jelas. Anda pikir orang tua kami kencing dolar sampai objek taruhan kami berupa perhiasan atau mobil?! Tapi yah, jajanan yang dipilih harus yang sedikit berat di kantong lah.. Namun kesepakatan itu termentahkan, karena seakan-akan yang menang akan menjadi raja, yang kalah menjadi objek penderita, dan 2 sisanya hanya penggembira. Lalu saya mengusulkan sebuah sistem yang akhirnya disepakati bersama.

Sistem yang saya ajukan adalah masing-masing anak akan membeli jajanan untuk setiap mata pelajaran (ada 6: matematika, fisika, kimi, biologi, b.ind, b.ing) sesuai dengan urutan nilai tertinggi. Yang mendapat ranking terendah dari kami berempat per-mata pelajaran akan membelikan jajanan paling mahal, yang kemudian jajanan tersebut akan diberikan pada ranking tertinggi. Rangking terendah kedua akan membeli jajanan yang lebih murah dari yang dibeli ranking terendah, dan lalu memberikan jajanan tersebut pada ranking tertinggi kedua. Begitu seterusnya hingga ranking tertinggi hanya perlu membeli jajanan paling murah untuk diberikan kepada ranking terendah. Setelahnya kami menyepakati jenis jajanan yang diberikan.

Kira-kira begini daftar pembagian jajanannya:
 
|Ranking| |Memberi pada ranking| Jenis jajanan
|1| |4| Bengbeng
|2| |3| Moo
|3| |2| Conello
|4| |1| Toblerone 

Bagi saya sebenarnya hasil apapun tidak masalah karena target saya hanya lulus UN, waktu itu saya lebih fokus persiapan SNMPTN. Tidak ada persiapan khusus apapun untuk ujian nasional ini.
Pada hari yang dinanti-nanti, hari pengumuman nilai, kami langsung membuat ranking per-mata pelajaran dari kami 4 berempat. Hasilnya sudah dapat dipastikan, busted. Haha..
Overall ranking saya berkutat di urutan 3 dan 4, serta hanya 1 nilai di peringkat 2. Dengan menghela nafas panjang saya keluarkan uang dari dompet untuk membeli jajanan yang merupakan kewajiban saya. Kalo tidak salah saat itu saya membeli 2 toblerone, 3 conello, dan 1 es krim moo. Nasib nasib..
Sebelumnya, makan toblerone biasa saja bagi saya karena saya memang penggemar coklat. Tapi entah kenapa pada hari itu saya ingin sekali makan coklat ini. Saya iri pada mereka yang mendapat coklat itu. Mungkin ini yang dinamakan "malas membawa mupeng".

Toh sama sekali tidak ada yang saya  sesali dari hasil tersebut. Justru saya bangga, tidak ada satupun dari kami yang tidak jujur saat ujian nasional kemarin. Cuma UN aja ga jujur, malu donk sama diri sendiri, katanya calon penerus bangsa. Haha..
Kejujuran pasti akan berbuah manis. Buktinya Febry sekarang di Teknik Kimia ITB, saya dan Selia di Teknik Elektro ITB, dan Hendra di Teknik Sipil Unibraw. Sedikit saya sayangkan untuk Hendra, karena kalau dia mau ikut tes masuk ITB, saya yakin dia pasti ada di dekat saya sekarang. Hehe..
Selain itu bisa dibilang ini cara kami untuk saling mengenang akhir-akhir kebersamaan kami di bangku SMA. Masa-masa paling menyenangkan, penuh kelabilan, dan yang pasti tidak akan dapat terulangi meskipun saya sangat ingin kembali.

Mudah-mudahan adek-adek kelas kami di SMA tetap bersemangat menyongsong ujian nasional serta tetap menjunjung tinggi kejujuran. Kami hanya dapat membantu dengan support dan doa.
Good luck Ujian Nasionalnya! ^_^ 

Kamis, 10 Maret 2011

Akhirnya Saya Mengaji Lagi

Aih, malu juga sebenarnya sejak menulis judul tulisan ini. Tapi tak apa lah, demi kebaikan diri sendiri, dan mudah-mudahan juga bisa menjadi kebaikan bagi orang lain.

Sudah seminggu terakhir ini, saya menjadi rajin mengaji. Mengaji apa? Al Quran tentunya.
Memangnya dulu saya tidak rajin? Hmm.. Harus dilihat lagi dulu yang dimaksud itu seberapa lama.
Mengenyam pendidikan di TK dan SD berdasarkan pendidikan Islam, membuat saya mendapat beberapa nilai plus dibanding teman saya yang bersekolah di sekolah negeri, khususnya dalam ilmu agama. Sekolah sangat menekankan pentingnya sholat wajib 5 waktu, mengaji, serta pengamalan doa sehari-hari. Dengan maksud menjaga dan menanamkan nilai-nilai itu, dibuatlah buku "Amalan Ibadah" oleh SD saya. Buku ini berisi catatan sholat kami (siswa) setiap harinya, mulai sholat wajib hingga sholat sunnah (Dhuha). Dan juga ada catatan berapa ayat kami mengaji setiap hari. Juga ada paraf orang tua sebagai tanda kami benar-benar melaksanakan amalan tersebut. Karena waktu itu saya masih menjadi murid yang baik, jarang sekali ada kolom amalan yang bolong tidak terisi, bahkan untuk sholat sunnah. Buku itu dikumpulkan setiap pagi, dan akan dikembalikan sebelum pulang sekolah setelah diperiksa oleh guru agama.
Pernah ada satu hari di mana saya memalsukan paraf orang tua karena saya tidak sholat dan mengaji. Beberapa hari setelahnya saya mengakui hal tersebut kepada guru agama dan saya pun dimarahi. Pengalaman dimarahi yang membekas hingga beberapa waktu lamanya. Bukan karena sakit hatinya, melainkan karena rasa bersalah telah berbohongnya.

Entah sejak kapan saya mulai jarang mengaji Al Quran. Apa yang saya bangun sejak TK terasa sudah runtuh kini, terutama kemampuan saya membaca Al Quran. Begitu saya sadari, kemampuan membaca Al Quran saya sekarang telah tertinggal jauh dari saat kelas 5 SD dulu. Ya, kelas 5 SD.
Begitu saya coba ingat lagi, selama kuliah ini baru satu kali saya khatam membaca Al Quran, itupun pada Ramadhan tahun lalu. Bila dibandingkan dengan saat SD, dalam setahun minimal 2 hingga 3 kali saya bisa khatam. Astaghfirulloh, sudah sejauh ini rupanya saya terpeleset.
Namun yang saya yakini, tidak ada kata terlambat untuk menjadi lebih baik. Seminggu ini saya mengaji secara teratur. Biasanya setelah sholat maghrib sembari menunggu isya, tengah malam, ataupun beberapa waktu dalam sehari. Alhamdulillah.
Target paling utama adalah mengembalikan kelancaran dalam mengaji terlebih dahulu, setelah itu baru intensitas bacaan. Biasanya dalam sehari saya membaca 4 s.d. 10 halaman Al Quran. Bila lancar (dan harus lancar) maka insyaalloh saya bisa khatam dalam waktu 2 hingga 4 bulan. Jauh lebih lumayan daripada khatam sekali dalam tiga tahun. Hahaha..

Apa sih keutamaan membaca Al Quran, berikut sedikit yang saya tahu:
Al Quran adalah pemisah antara yang haq dan yang batil. Tidaklah seorang yang sombong meninggalkannya kecuali Allah swt mematahkannya.
Barangsiapa mencari petunjuk selain Al Quran, maka Alloh swt menyesatkannya. Al Quran adalah tali Alloh yang teguh dan dzikir yang bijaksana serta jalan yang lurus. 
Dengan tuntunan Al Quran, kita tidak akan menyimpang, lidah orang-orang yang lemah tidak menjadi tumpul dan para ulama tidak merasa kenyang untuk menimba ilmu-ilmu langit darinya. 
Al Quran tidak menjadi usang meskipun diulang-ulang, keajaibannya tidak pernah habis. Begitu hebatnya Al Quran sampai-sampai bangsa jin ketika mendengarnya mengatakan, “Sesungguhnya kami telah mendengar Al Quran yang menakjubkan, yang memberi petunjuk ke jalan yang benar, kemudian kami beriman kepadanya.” 
Barangsiapa yang berkata berdasarkan Al Quran, maka dia berkata benar. Barangsiapa mengamalkannya, maka dia pasti akan mendapatkan pahala yang berlipat dan tidak disangka-sangka. 

Membaca Al Quran itu menyenangkan, jauh lebih betah dan tidak membuat mengantuk dibanding membaca buku kuliah. (Mungkin karena kita sambil berusaha mengecek makhroj dan tajwidnya sudah benar atau belum.) Kalau sudah tidak mengantuk kan bisa dilanjutkan baca materi kuliah, kalau ngantuk baca Al Quran lagi. Hehe..

Bismillah.. Mudah-mudahan Alloh meridhoi niat saya. :)

Rabu, 02 Maret 2011

Konservasi Air - Tugas Rekling

Pada hari Rabu, 23 Februari 2011 yang lalu saya menyaksikan pemutaran film dokumenter di kelas Rekayasa Lingkungan. Ada beberapa film yang diputar tetapi semuanya memiliki satu tema, yaitu tentang “Air”. Jika diambil lebih spesifik, maka subtema yang saya dapat adalah ‘Konservasi Air’, ‘Air Limbah’, ‘Drainase’. Di sini, yang akan saya angkat adalah seputar Penggunaan Air Bersih, yang juga termasuk dalam subtema Konservasi Air.
           Penggunaan air (air bersih khususnya) di dunia ini sungguh sangat berbeda-beda. Faktor utama yang mempengaruhi perbedaan tersebut tentu saja adalah ketersediaan sumber air di masing-masing lingkungan. Namibia, salah satu negara di Benua Afrika, memiliki sumber air yang sangat-sangat terbatas. Parameter paling mudah dilihat adalah wilayahnya yang bergurun pasir, dan vegetasi tanaman yang bervariasi dari tanaman gurun dan semigurun. Curah hujan rata-rata dalam setahun hanya 270 mm, dan sumber air tanah juga sedikit. Akibatnya, penduduk Namibia harus dapat menggunakan air bersih secara super efisien. Bahkan di video ditunjukkan bahwa dalam satu keluarga, 1 baskom air bersih digunakan untuk mandi satu keluarga. Jangan bayangkan mandi dengan menggunakan gayung lalu menyiramkan air ke badan. Mereka mandi menggunakan washlap yang diseka ke seluruh badan, menyabuni diri, lalu membilas juga dengan cara yang sama. Bisa dibayangkan bagaimana tingkat higienitas di sana.
           Karena sumber air begitu sulit (tidak mungkin) untuk ditambah, maka di beberapa kota-kota besar di Namibia dibangunlah pusat pengolahan air limbah menjadi air layak minum. Sumber air limbah didapat dari air pembuangan rumah tangga (misal sisa cucian, toilet, dll.) kemudian melalui saluran pembuangan dibawa hingga ke pusat pengolahan air tadi. Di sana, setelah mengalami beberapa proses fisis dan kimiawi, air hasil pengolahan limbah tadi dapat digunakan kembali dan lalu didistribusikan kembali ke rumah-rumah penduduk. Begitu seterusnya hingga menjadi sebuah siklus air.
           Lain di Namibia, lain pula di Phoenix, Arizona. Ibu kota negara bagian yang berada di barat daya Amerika Serikat ini memiliki sumber air yang sangat-sangat melimpah. Sumber air tersebut didapat dari Sungai Colorado yang melintas dan bercabang-cabang di Arizona. Sungai yang berhulu di Rocky Mountains ini seolah memberikan cadangan air yang tidak ada habisnya bagi Phoenix. Hal ini berpengaruh pada pola pemakaian air penduduk di sana. Rata-rata satu keluarga di Phoenix membuang / menghabiskan 3000 liter air setiap harinya. Air ini hasil dari pembuangan sehari-hari, misal menyiram tanaman, cucian, toilet, mencuci mobil, dll. Jika ditotal, maka lebih dari 1 juta liter air yang dibuang / digunakan oleh rata-rata keluarga di Phoenix. Yang lebih mencengangkan, bila dibandingkan dengan Namibia, penggunaan air untuk toilet di Phoenix masih lebih besar daripada penggunaan air secara keseluruhan di Nambia!
            Meskipun memiliki sumber air yang begitu melimpah ternyata dewasa ini diketahui bahwa debit air Sungai Colorado mulai berkurang. Hal ini bisa jadi disebabkan penggunaan air oleh penduduk yang mulai meningkat. Karena air Sungai Colorado dialirkan ke mana-mana, tidak heran debitnya menyusut bila penggunaan mayoritas penduduk juga meningkat. Selain itu masih ada faktor-faktor lain yang menyebabkan debit air turun. Bila dibiarkan, lama-lama air Sungai Colorado bisa semakin menyusut dan menyebabkan beberapa tempat tidak lagi teraliri air. Untuk mencegah hal tersebut, mulai dilaksanakan program konservasi air di sana. Hal yang ditonjolkan dalam konservasi ini adalah pemanfaatkan teknologi dalam efisiensi penggunaan air. Alat-alat yang berhubungan dengan distribusi air dirancang untuk mengalirkan air seefisien mungkin. Misal untuk shower, dengan teknologi sedemikian rupa, dirancang shower yang benar-benar efisien dalam mengalirkan air sehingga saat mandi air tidak terbuang percuma. Hal yang sama juga berlaku pada kran penyiram tanaman, dan masih banyak yang lain. Konservasi air ini juga digalakkan pemerintah setempat kepada para penduduk. Diharapkan debit air dapat terjaga dan dapat tersalurkan ke tempat-tempat yang membutuhkan air.
         Dari kedua tempat di atas saya dapat mengambil kesimpulan bahwa di mana pun tempatnya dan bagaimana pun kondisi sumber air (apakah debit air melimpah atau tidak), konservasi air mutlak diperlukan. Tidak dapat dipungkiri bahwa air merupakan kebutuhan utama manusia. Bahkan 2/3 tubuh manusia terdiri dari cairan. Dari data juga diketahui jumlah air tawar di dunia semakin tahun semakin berkurang padahal jumlah penduduk dunia semakin bertambah. Jadi harus kita koreksi bersama apakah Air masih merupakan sumber daya  alam yang terbarukan atau tidak.

Jumat, 11 Februari 2011

Kau Nebeng, Ku Tertangkap

Wah, lama juga ngga nulis di blog ini. padahal mestinya momen liburan adalah momen yg pas buat nulis. Tapi gapapa lah, yang penting sekarang udah nulis lagi. Hehe..
Sekarang saya mau nulis pengalaman sidang di pengadilan untuk kedua kalinya.

Jadi ceritanya 2 minggu lalu saya mau pulang ke kost setelah selesai kuliah. Saat perjalanan ke parkiran motor saya bertemu seorang teman, dia mau nebeng rupanya. Meskipun dia ngga ada helm, saya iya-kan saja, kasihan liat mukanya. Lagian jarak kampus-kost cuma 1,5 km dan tidak melewati pos polisi. Lalu berangkatlah kami menuju Cisitu. Eh ternyata di jalan ada razia kendaraan bermotor, kena stop deh. Ini kedua kalinya saya ditilang gara-gara orang lain. -_-


Nyamperin lah si polisi dengan prosedur standarnya (salam, hormat, minta lihat surat-surat kendaraan). Si polisi speak2 dulu ke saya, mungkin sambil nunggu celah biar saya bisa minta damai aja. Pengalaman sih, kalo cuma ngga bawa helm, 20rb juga beres (pas ada uang). Tapi saya ngga mau, ngapain ngasih makan polisi, orang dia udah ada gaji sendiri. Gajinya diambil dari rakyat pula..
Karena tidak melihat tanda-tanda saya meminta damai di tempat, akhirnya polisinya mengeluarkan surat merah. Sebelum dia nulis di sana, saya nanya (B: Brili , P: Polisi)

B: Maaf Pak, kalo surat biru aja gimana? Bedanya apa? (saya sambil pura-pura ngga ngerti. Lalu dia jawab)
 
P: Ya gapapa kalo adek mau. nanti adek bawa surat ini ke bank, bayar, bawa bukti pembayaran serahkan ke polsek sekaligus ambil SIMnya. Ini silahkan adek centang sendiri nominal bayarnya, mau bayar berapa. (di lembar biru ada beberapa nominal pembayaran)
 
Begitu saya lihat, ternyata nominal minimum adalah 100rb. Saya ngga ngerti nanti di bank memang harus membayar segitu apa ngga, tapi kalo memang harus segitu kan serem juga. Beli bensin aja susah, apalagi bayar segitu. Hahaha..

B: Yaudah Pak, saya ikut sidang aja. (Saya mikir, paling cuma kena 26rb kalo sidang)


Akhirnya tadi pagi sekitar jam 10.05 saya sidang juga. Waktu sidang sengaja ditaruh di hari Jumat memang kalo Lantas. Begitu saya datang, pengadilan sudah penuh sesak. Banyak sekali pelanggar lalu lintas dalam 2 minggu kemarin, pikir saya. Di sana juga saya bertemu teman himpunan yang sama-sama ditilang. Saya juga melihat orang yang begitu ngotot mengaku tidak bersalah di depan hakim, yang akhirnya disoraki oleh orang satu ruangan sidang karena memang rata-rata keburu ingin jumatan.
Setelah 45 menit berdiri menunggu, akhirnya nama saya dipanggil hakim juga. Tanpa basa-basi saya mengaku salah dan menyebutkan kesalahan saya. Saya pun harus membayar denda yang ternyata cuma sebesar 21rb (lebih murah dari estimasi awal ). Kembalilah SIM C ke dompet tersayang.. :)

Selasa, 14 Desember 2010

Datang DariNya, Kembali PadaNya

Alarm hp saya berbunyi, menunjukkan pukul 3.30 pagi. Terlihat oleh saya ada satu sms tak terbaca.
Dengan sedikit mengantuk saya membuka sms tersebut, ternyata dari mama. Dalam hati bertanya-tanya, "Ada apa gerangan sms dini hari begini? Tidak biasanya."
"Ass. Wr. Wb. Innalillahi wa inna ilaihi rooji'un.Telah berpulang ke rahmatulloh..."
Begitu kira-kira awal dari sms tersebut yang langsung membuat saya tersentak kaget. Setelah saya teruskan membaca, ternyata nenek (mbah uti, begitu saya panggil) saya meninggal dunia. Seakan masih belum percaya akan apa yang saya baca, beberapa saat setelahnya saya masih membolak-balik membaca sms itu. Hingga akhirnya saya menyadari, "Ya Alloh, memang beliau telah tiada.."

Sebelum meninggalnya beliau, saya hanya memiliki dua nenek saja. Kedua kakek saya sudah meninggal dulu. Hanya tinggal mbah uti Pare dan mbah uti Jogja. Otomatis sekarang saya hanya memiliki satu nenek yang langsung bertalian darah dengan orang tua saya, yaitu mbah uti Jogja. Apakah saya sedih akan hal ini? Bodoh kalau anda menanyakan hal tersebut.

Pikiran saya melayang jauh pada masa-masa kecil dulu. Pada saat mbah uti Pare (almh) masih sehat-sehatnya. Meskpiun suka ngomel-ngomel pada tingkah cucunya yang nakal ini, sebenarnya beliau adalah orang yang baik dan penyayang. Masih inget dalam pikiran saya cerita mama dulu. Pada masa kehamilan mama (mengandung saya), mbah uti sudah mempersiapkan banyak sekali perhiasan emas karena mengira bahwa cucu yang akan lahir adalah cucu perempuan. Meskipun akhirnya semua harus dijual lagi karena yang lahir adalah cucu laki-laki yang sehat dan ganteng ini.
Satu hal yang paling saya suka dan paling saya ingat jika bermain ke Pare adalah mandi di kolam yang ada di belakang rumah mbah uti. Segar sekali airnya karena langsung dari alam.
Selan itu kenangan saya bermain di petak-petak sawah mbah, memancing di kolam ikan belakang rumah, bermain dan menggoda mbak sepupu saya yang cantik, dan masih banyak lagi kenangan lain yang sungguh tidak akan terlupa.


Kembali ke realita, kembali ke kasur kamar. Saya berpikir, "Ya Alloh kenapa secepat ini?"
Saya belum bisa memberi dan menjadi apa-apa yang bisa dibanggakan pada beliau. Ah, tidak usah jauh-jauh, bahkan saya belum bisa membanggakan saat saya mengenakan toga dengan sungging senyuman pada beliau. Tapi akhirnya saya sadar, mungkin inilah siklus kehidupan. Saat orang tua saya seumuran saya sekarang ini, mungkin saat itu pula lah beliau kehilangan kakek/nenek mereka. Mungkin memang sudah saatnya status kakek/nenek beralih dipegang oleh orangtua saya. Mungkin memang di Indonesia susah untuk bisa melihat seorang buyut. Dan yang pasti, inilah qodar Alloh.
Beberapa tahun lagi mungkin saya akan menikah, memiliki anak. Saya jadi bapak, dan bapak saya jadi kakek. Lalu anak saya akan bertumbuh seperti yang saya alami dulu, dan suatu hari dia akan berpikir dan merasa seperti apa yang saya rasakan sekarang.

Kullu nafsin daaiqotul maut. (setiap yang bernafas/bernyawa, pasti akan mati)
Semua yang ada di dunia ini berasal dari Alloh, dan merupakan hakNyalah untuk mengambilnya kembali. Insyaalloh saya ikhlas.

Selamat jalan Mbah, semoga tenang di sana.
Semoga Alloh memberikan ampunan atas dosa-dosamu, dan semoga engkau diberikan tempat terbaik di sisiNya.
Mudah-mudahan doa dari anak-anakmu, cucu-cucumu, dan kerabatmu tidak akan pernah surut.
Amiin..


-ditulis di tengah sahut-sahutan adzan maghrib-

Sabtu, 13 November 2010

udahan jadi orang gobloknya

Rasanya kalimat itu jadi kalimat favorit saya sekarang. Udah dipasang di status fesbuk, ym, juga di blog ini.
Males kalau harus ceritakan maksudnya. Hanya bisa berharap mudah-mudahan ini jadi akhir masa suram saya, terutama akhir minggu ini yang begitu kacau gara-gara sakit mata dan sakit kepala akut.

Masih banyak yang harus saya lakukan, masih banyak yang harus saya kejar ke depannya.
Mudah-mudahan Alloh meridhoi. Amin..

Sabtu, 06 November 2010

Gagal lolos verifikasi?

Baru saja diumumkan hasil verifikasi syarat-syarat administratif para kandidat calon ketua umum dan calon senator HME ITB. Dari keenam bakal calon ketua umum, semua sudah dinyatakan lolos verifikasi dan status mereka sekarang sudah naik pangkat menjadi calon ketua umum, sedangkan kandidat calon senator dinyatakan tidak lolos verifikasi. Siapa sih bakal calon senator itu? Saya.

Lagi-lagi hanya sedikit ingin memberikan pencerdasan dan pembenaran dari diri saya. Hehehe..
Tadi malam pukul 23.59 merupakan batas akhir bagi semua kandidat untuk mengumpulkan semua persyaratan administratifnya. Semua persyaratan sudah saya penuhi, kecuali surat keterangan dari KMJB (ket: baca postingan sebelumnya). Namun semalam saya memutuskan untuk tidak mengirimkan softcopy dokumen-dokumen saya tersebut. Kenapa? Yang paling penting adalah info yang baru saya tahu tidak lama sebelum itu, bahwa siapapun yang menjadi terpilih menjadi senator HME melalui pemilu kali ini, senator HME akan ada dua, yaitu senator yang lama, Yonny Septian Izmantoko, dan senator terpilih yang baru.
Saya jadi berpikir, "Wah, kalo aku sekarang bikin visi misi trus bener-bener kepillih jadi senator, berarti sampe sekitar Maret/April aku bakal kerja bareng mas Yonny. Trus kalo visi misi dan prokerku ngga sinkron, gimana pertanggungjawaban ke massa HME, kongres, dan Tuhan?". Akhirnya saya putuskan saja untuk menunda pengiriman visi misi, makalah, dan berlembar-lembar persyaratan yang lain meskipun sebenarnya sudah siap. Tentu saja dengan konsekuensi saya tidak lolos verifikasi dan dicoret dari bursa calon senator.
Bahkan semalam saya sempat pesimis dan lalu berdoa, "Ya Alloh, kalo memang di sini bukan tempat yang pas bagiku untuk berkiprah, maka tolong berikan orang yang jauh lebih baik dariku untuk mengembannya."

Hmm..
Mungkin terkesan sedikit agak sok hebat atau sok alim, tapi itu terserah opini anda masing-masing. :)
Memutuskan untuk maju, sama sekali bukan perkara yang mudah bagi saya. (ket: baca postingan sebelumnya). Karena saya seorang muslim, saya berpatokan bahwa seorang pemimpin itu dipilih oleh majelis/massa, bukan mencalonkan diri. Akan tetapi dengan sistem yang diterapkan HME sekarang, saya pikir sedikit mustahil bisa didapat pemimpin dengan metode seperti itu. Jadi yah, pemilihan umum adalah jalannya. Kalau hanya berdiam diri dan menunggu, saya takut masa depan justru akan bergerak ke hal yang lebih 'negatif''. "Lagian, saya maju juga karena didukung banyak orang penting dan orang hebat, jadi ini ngga murni ambisi pribadi donk. Bisa juga diartikan kalo saya dicalonkan kan..", begitu pikiran aneh yang sekilas terlintas. :p
Oya, maaf kalau saya asumsikan seorang senator adalah seorang pemimpin. Saya memandang dari sisi tugas dia yang harus membawa aspirasi massa, menyampaikannya di terpusat, dan membawa hasil dan tanggapan kembali ke massa. Menurut saya itu sudah cukup dikatakan sebagai orang yang memimpin, karena dia membawa amanah.

Namun selain diumumkan bahwa saya tidak lolos verifikasi, di milis pemilu HME diumumkan bahwa batas verifikasi ulang untuk bakal calon senator diundur hingga hari senin, pukul 23.59. Alhamdulillah, nampaknya masih diberi jalan oleh Tuhan melalui MPA yang mungkin bingung kalo saya gagal maju, mau mencari calon senator di mana lagi. *peace :p
Saya sudah buat janji dengan senator saya untuk ngobrol seputar visi misi. Mudah-mudahan malam ini sudah rampung. Biarlah penyuasanaan pemilu untuk calon ketua himpunan dulu, karena menurut saya itu yang urgent sekarang. Mohon dukungan juga dari teman-teman yang sudah iseng membaca blog ini.

Untuk cakahim yang saya dukung sepenuh hati, tidak usah khawatir akan apapun. Mimpi anda adalah mimpi saya juga, dan saya yakin itu akan jadi mimpi semua massa. Saya juga masih tetap akan all out untuk mewujudkan mimpi itu seperti janji saya dulu. :)

Sekian dulu tulis menulisnya. Saya mau mandi dan bergegas menuju HME. Pak senator nampaknya sudah menunggu untuk menghakimi, dan saya sudah tidak sabar untuk berbagi mimpi. Hehe..

Kuatkan saya ya kalau nampak lemah..
Bismillah..

Rabu, 03 November 2010

Apa kabar calon senator HME ITB?

Tinggal dua hari lagi dari deadline pengumpulan syarat-syarat administratif calon senator. Coba tebak berapa persen progress yang telah saya capai sampai sekarang? 5 persen!
Bayangkan saja, sampai saat ini saya masih belum membuat (mengisi, red.) format persyaratan administratif yang dikirimkan oleh MPA HME ITB pada saya. Belum menyebarkan lembar dukungan kepada massa HME, padahal syarat dukungannya minimal dari 200 anggota hme. Belum mempunyai promotor bahkan! Padahal semua itu merupakan syarat agar saya dapat melangkah lebih jenjang lebih jauh dalam pencalonan senator hme ini.
Mungkin ada yang ingin bertanya, "Lho, terus 5% itu dari mana donk kalau semua serba belum?"
Yaa itu sih itung-itung saya sudah nulis di formulir dan sudah dikirim softcopy berlembar-lembar syarat administratifnya.. Hehe..

Ngasal ya? Mungkin iya, tapi saya memiliki beberapa pembenaran soal ini. Hehe..
Pertama, soal belum mengisi format persyaratan administratif. Sebenarnya saya udah mendaftar menjadi calon senator hme sejak akhir minggu lalu, tetapi sampai hari senin ternyata belum ada form pendaftaran calon senator yang masuk di inbox email saya. Ternyata baru saya ketahui bahwa supaya dianggap sah, mendaftarnya harus menulis langsung di formulir yang ada di hme. Hmm..

Kedua, soal menyebarkan lembar dukungan untuk massa hme. Awalnya saya belum berani menyebarkan lembar dukungan karena setelah saya membaca peraturan pemilu raya hme, ada pasal yang menyebutkan bahwa saya harus menyerahkan surat keterangan tidak menjabat di organisasi lain. Tepatnya ada dalam Bab 3, pasal 4, poin keempat. 
Wajib mengisi dan menyerahkan surat keterangan tidak menjabat di organisasi lain (softcopy dan hardcopy)
Masalahnya adalah, saat ini saya masih menjabat sebagai lurah (ketua) KMJB atau Keluarga Mahasiswa Jember di Bandung. Memang semestinya saat ini, atau paling tidak sebentar lagi, saya sudah lengser dari posisi ini. Sudah memasuki masa transisi kepengurusan. Akhirnya setelah berkonsultasi dengan akang ketua mpa, saya disarankan untuk melanjutkan pencalonan, serta meminta keterangan dari kmjb bahwa saya akan bebas tugas pada waktu yang sudah fix. Sedikit lega mendengar jawaban tersebut.

Dan ketiga, masalah promotor. Dalam peraturan Pemilu Raya HME ITB, memiliki promotor juga termasuk salah satu syarat administratif. Kondisi sementara saat ini, belum ada calon senator lain yang mendaftar selain saya. Saya jadi berpikir, "Kalau tidak ada calon lain, lalu apa guna promotor? Mau atur strategi untuk apa? Untuk melawan kotak kosong?". Yah, otak aneh saya memang biasanya suka berpikir yang aneh-aneh juga. Hal ini diperparah dengan jika saya sudah menemukan seseorang yang pas untuk jadi promotor, maka keadaan yang tidak mengizinkan. Macam-macam lah penyebabnya. Yah, inilah realita hidup.. *lebay

Masih ada waktu 2 hari lagi untuk memenuhi persyaratan-persyaratan administratif itu. Sekali lagi saya katakan masih, bukan tinggal. Berbeda dengan kalimat pembuka yang saya gunakan tadi. Rasanya saya kembali bersemangat dan termotivasi jika mengingat orang-orang yang telah mendorong saya untuk maju di pemilihan ini. Meskipun kadang motivasi itu sedikit menurun jika saya membayangkan harus melawan "kotak kosong" dalam pemungutan suara nanti. Tapi urusan hati itu biarlah Alloh yang mengatur. Yang saya yakini sekarang adalah, HME BUTUH SENATOR!

Mungkin cukup sekian sedikit curhat saya malam ini. Saatnya melengkapi berkas-perkas persyaratan yang harus segera beres. Target 200 dukungan insyaalloh bisa selesai. :)
Untuk HME, KM ITB, dan Indonesia yang lebih baik. 


Briliandaru M. Pribadi / 13208082
*di tengah persiapan UTS dan praktikum serta lomba

Minggu, 31 Oktober 2010

akhirnya senatorlah pilihan saya

What a nice day! :D


Dari kalimat pembukanya aja pasti udah tau kalo saya lagi seneng. hehe..
Ya, baru saja semalam hingga dini hari tadi saya mengisi waktu dengan sangat produktif. Bertukar pikiran dengan orang-orang hebat, berbagi hal yang inspiratif, serta yang membuat saya lebih bahagia, saya baru tau kalau kalo juventus menang 2-1 atas ac milan!
Udah pol rasanya kebahagiaan ini. *lebay

Hari ini juga saya telah membuat sebuah keputusan. Keputusan yang jelas akan berpengaruh besar bagi saya, si bos, dan juga himpunan saya. Saya baru saja memutuskan menjadi senator HME ITB untuk periode 2010/2011. Mungkin membuat orang yang sudah bertanya dan berharap, menunggu sedikit lama. Tapi yah, saya juga masih harus menimbang beberapa hal dan harus minta restu si bos dulu. Jangan sampai itu jadi keputusan yang asal dan tidak berdasar. Bisa-bisa predikat orang paling asal jatuh ke tangan saya. Hahaha..

Senator HME, sebuah jabatan yang menurut saya tidak begitu penting pada saat pertama kali saya mendengarnya. Karena didorong rasa penasaran, akhirnya saya mendaftar sebagai tim senator hme saat ini, Yonny Septian Izmantoko. Dari sana mulailah perjalanan karir saya sebagai tim senator bersama Aga, Ijul, Godai, dan Pedca.
Awalnya saya hanya disuruh untuk menemani senator saya menghadiri rapat-rapat kongres dan kabinet. Berlanjut pada dipercayainya saya menggantikan posisi senator saat beliau berhalangan hadir. Dan puncaknya adalah saya diamanahi tugas sebagai PJS senator saat masa pjs hme berlangsung. Yah, meskipun masa tugas saya sebagai pjs senator tidak begitu panjang karena saya juga diamanahi tanggung jawab lain yang tidak kalah penting.

Banyak hal yang sudah saya dapat dari dunia kongres. Bagaimana heterogennya kehidupan kampus yang tercermin dalam diri masing-masing senator, bagaimana cara mendahulukan kepentingan umum daripada kepentingan golongan, dan bagaimana cara menyelipkan kepentingan golongan pada kepentingan umum. hehe..
Big ideanya adalah, senator merupakan orang yang merepresentasikan sebuah himpunan yang diwakilinya di kemahasiswaan terpusat, a.k.a KM ITB. Bisa dibilang suara senator adalah suara himpunan, menilik kemahasiswaan ITB berbasis pada jurusan. Tentu saja ini bukanlah hal yang gampang.
Entah sejak kapan saya jadi ber-passion di dunia kesenatoran. Meskipun tidak saya pungkiri, passion saya di bidang pendidikan juga sangat besar. Hmm.. Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya saya memutuskan untuk maju, seperti yang sudah saya sebutkan di atas.

Insyaalloh tekad saya sudah bulat.
Mudah-mudahan saya selalu ingat bahwa segala yang saya lakukan adalah untuk kepentingan umat.
Untuk Tuhan, bangsa, dan almamater.


-Briliandaru M. Pribadi / 13208082-

Sabtu, 30 Oktober 2010

istirahat sejenak


Hari ini rasanya sangat melelahkan sekali.

Setelah dikejar-kejar praktikum, laporan praktikum, ujian-ujian, serta masalah lainnya secara berturut-turut sejak awal bulan, akhirnya saya bisa menghela nafas untuk sementara waktu.
Selain itu di malam ini juga terselesaikan masalah yang sempat bikin saya labil selama beberapa hari. Masalah yang cukup kompleks.

Jika dalam lagunya Ari Lasso menyebutkan bahwa 'cinta sejati tak akan pernah mati', saya menyebut 'teman sejati tak akan pergi, selalu di sisi'.
Sedikit lebay memang, tapi yaudah lah ya. Inilah dinamika hidup. Selalu membuat kita untuk terus berubah dan berkembang.

kucing yang ngga sekolah aja bisa rukun. masa kita kalah?

Mudah-mudahan dari semua masalah dan tantangan yang ada, bisa membuat kita lebih dewasa.

Sekian, saya ngantuk.. :D

Kamis, 28 Oktober 2010

UTS Medan Elektromagnet yang Menyenangkan

Hahahaha..
Jadi pengen ketawa ngakak nih. Yah emang kenyataannya tadi udah ketawa ngakak sih.
Jadi ceritanya saya baru aja 'selesai' UTS Medan nih. Pasti agak janggal ya kenapa kata selesainya musti pake tanda kutip? Baca terus ke bawah..

Kelas medan saya yang sekarang ini didoseni oleh Pak Bambang Anggoro, dan kelas medan yang sekarang ini dihuni oleh para pendalam mata kuliah medan. Kenapa saya bilang pendalam? Karena mereka udah pernah ambil mata kuliah ini sebelumnya (meskipun saya baru pertama kali ini). Hehe..
Tadi itu di kelas (sebelum 'ujian'), kelas udah heboh sendiri. Ramai kayak pasar. Anak-anak masih ribut buat belajar Medan yang seakan-akan belom ada yang siap. Saya sendiri juga belom siap bener. Mana belum ngerjain pr yang harus dikumpulin pas pertemuan ini. Tapi entah kenapa saya ngerasa tenang-tenang aja.
Menit demi menit berlalu, ngga kerasa udah 5 menit aja lewat dari jam 11.00. Kelas tetap ramai. Saya sendiri masih sibuk membaca catatan yang dibuat Echa' (bahkan saya ngga punya catatan).
Agak lama membaca, lalu kembali saya tengok jam tangan keren (orangnya yg keren maksudnya). Udah lewat 15 menit dari waktu semestinya UTS mulai. Firasat bahwa Si Bapak ngga datang semakin besar. Akhirnya saya pun ngobrol aja dengan Cura yang waktu itu duduk di sebelah saya. Kami ngobrol seputar motor. Motor idaman, motor sekarang, pengalaman bermotor, dan lain-lain. Satu hal kesamaan kami, kami sama-sama belajar bermotor pakai vespa. Tahu sendiri kan kalo vespa itu bodynya gembrot segembrot Cura, berat, apalagi kalo lagi disetir suka miring2 sendiri ke kiri (mesinnya menggondok di kanan gitu), dan yang paling susah itu koplingnya, beraaat banget. Tapi akhirnya bisa kan. Menunjukkan kalo saya (bukan kami) jago. Hohoho..
ini nih buku pegangannya..
Setengah jam berlalu, kami sekelas mulai desperate menunggu kedatangan Pak Bambang. Akhirnya satu per satu meninggalkan kelas dan menuju ke HME. Beberapa hal yang dapat kami simpulkan. Ini merupakan UTS paling gampang sepanjang kuliah, ngga sampai satu jam udah bisa keluar kelas. Selain itu ini merupakan kejadian pertama sepanjang saya nyampah di ITB, ada UTS yang selesai (baca: batal) gara-gara dosennya ngga datang. Kampus apa ketoprak humor.
Di sepanjang perjalanan menuju HME, saya, Fuad, Godai, Pedca, Ade', dan Cura ketawa-ketiwi sampe puas. Ngga lupa pake bumbu-bumbu jayus andalan. Hehe..

Setelah sampai di HME, dengan masih terpengaruh euforia 'UTS yang gampang', saya ngomong ke fuad.
"Fu, kata anak-anak Medan itu mata kuliah susah? Lah barusan gue yang baru pertama kali ambil aja ngerasa gampang gitu. Trus kenapa banyak anak-anak yang ngulang?"
Denger itu ngakaklah si Fuad seketika. Ketawanya lamaa banget. Kayak yang puas banget udah ngga ketawa satu tahun kali. Hahaha..

Tapi saya jadi parno sendiri nih. Boleh lah saya ketawa-ketawa sampe puas hari ini. Jangan-jangan pas hari UTS benerannya, saya malah busted. (Naudzubillah.. -_-")
Pokoknya setelah ini saya musti belajar beneran buat the real UTS Medan. Hahaha..
Sampe ketemu di UTS benerannya..



*oiya, update terbaru, dapat kabar kalo Si Bapak ke Jogja ngurusin Merapi itu.. Hahaha..*
*masih ngakak..*

Rabu, 27 Oktober 2010

minggu neraka

Wah, minggu ini hectic banget lah.. terutama buat jurusan saya, elektro.
bayangin aja, Selasa kemarin ada praktikum PSD (Pemrosesan Sinyal Digital) dan laporannya harus dikumpulkan H+3 praktikum. Laporan praktikumnya buat 3 modul lagi! -_-
Hari ini praktikum Sismik (Sistem Mikroprosesor), laporan dikumpul H+1 praktikum. Besok Kamis ada UTS medan yang saya belum belajar sama sekali, yang dosennya kalo ngajar sama aja kayak cerita dongeng. Mudah-mudahan jawaban UTS medan saya besok tidak mendongeng juga.. (amin ya Alloh..)
Lalu yang terakhir hari Jumat ada praktikum Sisken (Sistem Kendali), laporan praktikumnya dikumpulin H+3 sih.. Lumayan bisa lega kalo yang ini..


ini nih modul sismik yang baru dibaca




Sebenernya saya juga musti mikirin seputar pemilu HME sih. Tentang diri saya sendiri, orang yang saya dukung, dan tentunya tentang HME beserta elemen-elemennya.


Hmm.. Ya udah sih ya, biarkan soal pemilu "sedikit" terlupakan dulu. Biarkan saya menikmati ke'hectic'an ini.
Kalo saya jadi agak sensi ataupun jadi aneh, tolong dimaklumi sedikit ya.. Hehehe..




-Briliandaru M. Pribadi-
*di tengah-tengah ngerjain TP (Tugas Pendahuluan) praktikum dan baca modul praktikum*

Selasa, 26 Oktober 2010

Cuap-cuap Pembukaan

Akhirnya blog saya ini pun resmi saya buka.
Sebenarnya dulu saya sudah memiliki sebuah blog, yang saya buat saat camp GenAsik. Namun karena saat itu saya membuatnya hanya untuk latihan materi yang telah diajarkan, blog itu sudah tidak terurus lagi. Anda masih bisa melihatnya (kalau mau) di briliandaru.blogspot.com.


Sudah lama saya ingin punya media untuk menulis seperti ini. Hanya saja karena kemalasan yang merajalela, tidak pernah terealisasikan cita-cita saya itu. Hari ini, akhirnya kesampaian juga cita-cita saya yang satu ini.
Saya tidak terlalu suka dengan penggunaan kalimat-kalimat formal seperti ini. Namun karena masih baru pembukaan, tolong maklumi bersama saja ya. Haha..


Saya janji pada fans blog saya ini (berharap banget, belum tentu ada yang liat) dan terutama pada diri saya sendiri, untuk mulai sering berekspresi melalui tulisan, salah satunya lewat blog ini.


Akhir kata, selamat menikmati.. :)


-Briliandaru M. Pribadi-